kilaskabar.com
  • Berita
  • Ekonomi
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial
No Result
View All Result
  • Berita
  • Ekonomi
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial
No Result
View All Result
kilaskabar.com
No Result
View All Result

Wakil Ketua DPRD Sumbar Nanda Satria Dorong Pemaksimalan Baliho dan Videotron untuk Sosialisasi dan Edukasi Bahaya Pekat

Sabtu, 04/1/25 | 22:16 WIB
Wakil Ketua DPRD Sumbar Nanda Satria Dorong Pemaksimalan Baliho dan Videotron untuk Sosialisasi dan Edukasi Bahaya Pekat

kilaskabar.com – Wakil Ketua DPRD Sumbar, Nanda Satria mendorong agar baliho dan Videotron dimaksimalkan sebagai sarana sosialisasi dan edukasi bahaya penyakit masyarakat (pekat) untuk menekan angka HIV/AIDS di Kota Padang.

Menurut Nanda, yang berasal dari daerah pemilihan (Dapil) Kota Padang ini, media publikasi pemerintah, seperti baliho atau videotron, seharusnya digunakan untuk mengampanyekan bahaya HIV/AIDS dengan mencantumkan faktor pemicu, seperti LGBT dan penyalahgunaan narkotika.

“Baliho atau videotron milik pemerintah daerah harus memuat konten edukasi tentang bahaya Pekat. Jangan hanya menampilkan foto kepala daerah saja,” ujar Nanda, Sabtu (4/1/2025).

Ia menilai partisipasi masyarakat sangat penting untuk mendukung pemberantasan Pekat.

“Ketika masyarakat saling menjaga maka pemberantasan pekat yang memicu penyebaran HIV/AIDS akan menjadi lebih mudah. Pemerintah tidak bisa menyelesaikan persoalan ini sendirian,” katanya.

Nanda juga menyebutkan bahwa DPRD Sumbar sedang mengkaji kemungkinan pembentukan peraturan daerah (Perda) terkait LGBT. Ini akan mengacu pada daerah lain di Sumbar yang telah memiliki perda serupa.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang, dr. Srikurnia Yati, mengungkapkan bahwa dari total 308 kasus HIV di Padang, 166 kasus (53,8 persen) berasal dari luar kota, sementara 142 kasus (46,2 persen) lainnya ber-KTP Padang.

Kecamatan Koto Tangah mencatat angka kasus tertinggi dengan 40 kasus, diikuti Lubuk Begalunhdengan 22 kasus. Sementara Kecamatan Lubuk Kilangan menjadi wilayah dengan angka kasus terendah dengan hanya 4 kasus.

Lebih dari separuh kasus menyerang individu berusia produktif, yaitu antara 24 hingga 45 tahun. “Perilaku lelaki seks lelaki (LSL) menjadi salah satu penyebab utama meningkatnya angka HIV di Kota Padang,” jelasnya.

Meskipun jumlah kasus HIV di tahun 2024 sedikit menurun dibandingkan tahun sebelumnya ia menegaskan bahwa penyebaran virus ini tetap menjadi masalah serius yang membutuhkan perhatian besar dari berbagai pihak. (y)

ShareTweetPin
Previous Post

Lepas Ribuan Mahasiswa KKN Unand, Gubernur Mahyeldi Nilai akan Banyak Masukan bagi Nagari

Next Post

Sambangi Samsat Lubuk Basung, Ketua DPRD Sumbar Muhidi Tekankan Pentingnya Kolaborasi dan Kualitas Pelayanan

Next Post
Sambangi Samsat Lubuk Basung, Ketua DPRD Sumbar Muhidi Tekankan Pentingnya Kolaborasi dan Kualitas Pelayanan

Sambangi Samsat Lubuk Basung, Ketua DPRD Sumbar Muhidi Tekankan Pentingnya Kolaborasi dan Kualitas Pelayanan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Februari 2026
S S R K J S M
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
232425262728  
« Okt    
  • Pegawai Honorer Pasaman Barat Sampaikan Aspirasi ke DPRD Sumbar

    Pegawai Honorer Pasaman Barat Sampaikan Aspirasi ke DPRD Sumbar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DPRD Sumbar Tetapkan Renja dan Bapemperda 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lahirkan SDM Religius dan Berkualitas, Komisi V DPRD Sumbar Intens Membahas Ranperda Fasilitasi dan Penguatan Pesantren

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketua DPRD Sumbar Minta Pelayanan Publik Kembali Maksimal Usai Libur Lebaran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketua DPRD Sumbar Ajak Generasi Muda Lebih Cerdas dan Religius

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Home

kilaskabarsumbar | 2024

No Result
View All Result
  • Berita
  • Ekonomi
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial

kilaskabarsumbar | 2024